Bos KTM Bantah Tak Tawarkan Oliveira Kursi Di Tim Pabrikan

Direktur KTM, Pit Beirer, mengaku terkejut mendengar Miguel Oliveira mengungkapkan kekecewaannya secara terang-terangan.

Oliveira merasa kecewa karena sebagai rider KTM terbaik kedua musim ini, ia justru tak diminta menggantikan posisi Johann Zarco di skuat pabrikan. KTM justru menunjuk Brad Binder yang saat ini masih di Moto2. Slot Online

Ia sendiri mengaku telah ditemui KTM di pekan MotoGP Misano, namun Oliveira mengira sang test rider, Mika Kallio lah yang akan menggantikan Zarco musim depan.

“KTM memilih debutan dan rider yang usianya sepantaran dengan saya, dan ini bikin saya merasa tak layak berada di sana. Bagi saya, rider yang sudah punya pengalaman setahun di MotoGP, lebih masuk akal berada di sana. Tapi menurut KTM ini justru tak masuk akal, dan di titik itulah kami tak sepakat,” kesal pebalap asal Portugal tersebut.

Namun uniknya, Beirer menegaskan pertemuan mereka di Misano justru merupakan momen di mana ia meminta Oliveira untuk turun di tim pabrikan. Menurut Beirer, Oliveira malah memilih bertahan di Tech 3. Atas alasan ini, Bierer yang tak hadir di pekan balap Australia, kaget membaca pernyataan Oliveira.

Saya sangat kaget ketika Miguel di Australia tiba-tiba mengaku kecewa, mensinyalir bahwa KTM mengabaikannya dan tak mempertimbangkannya. Saya syok! Ia dapat tawaran ke tim pabrikan, dan ia ambil keputusan tepat bertahan di Tech 3. Toh ia takkan dapat kerugian apa pun di Tech 3,” ungkap Beirer seperti dilansir dari Crash.

“Tapi pernyataan ini sedikit tak adil. Kami pun membicarakannya, dan ia ingat betul pembicaraan kami di Misano. Sungguh tak menyenangkan mendengar kata-katanya, karena salah satu tujuan pertemuan kami di Misano adalah menghindari situasi macam ini,” imbuhnya.

Bierer juga mengaku ia dan KTM tak punya kewajiban apa pun untuk memberitahu Oliveira soal siapa yang akan mendapat tempat di tim pabrikan, entah itu Kallio atau justru Binder, yang merupakan kawan baiknya sendiri dan tandemnya di Moto3 2015 dan Moto2 2017-2018.